WORKSHOP PROGRAM UNGGULAN MAN 2 PASURUAN

WORKSHOP PROGRAM UNGGULAN MADRASAH, MAN 2 PASURUAN HADIRKAN GURU BESAR UM MALANG

Menyambut datangnya Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) tahun pelajaran 2021/2022 MAN 2 Pasuruan (MANDA) menyelenggarakan workshop Pengembangan Kurikulum, Tema Program Unggulan Madrasah, tahfizdul qur’an, baca kitab, literasi dan riset selama 2 hari yakni 18 – 19 Agustus 2021. Diikuti oleh seluruh GTK Workshop gari pertama terdapat 2 sesi. Sesi 1 pembukaan dan brandstorming oleh Prof Dr.H.Imron Arifin, M.Pd guru besar Universitas Negeri Malang (UM). Beliau mengupas tuntas tantangan madrasah sebagai  warming up pada peserta. Diantara tantangan marrasah yang dihadapi madrasah saat ini adalah menyiapkan pembelajaran abad 21 yang meliputi keterampilab 4 Cs yakni creativity skill, comunication skill, collaboration skill dan critical thinking. Sementara madrasah sudah dihadapkan pada kondisi yang bersamaan education in 21 century, industry revolution  4.0, society 5.0 dan new normal (pandemi covid 19). Oleh karena itu dibutuhkan kepemimpinan madrasah yang berani, inovasi untuk menata madrasah masa depan. Meningkatkan mutu madrasah menurut profesor adalah pilihan yang tak bisa dihindari. Salah satu bentuk meningkatkan mutu adalah program unggulan madrasah sebagaimana yang tengah disiapkan MAN 2 Pasuruan yakni tahfizdul quran dan baca kitab. Hal senada disampaikan oleh Asadul Anam kepala kantor menag kab. Pasuruan yang hadir membeŕikan penguatan tentangnya program unggulan termasuk program riset dan literasi yang tengah ramai diperbincangkan diprogramkan madrasah. Beliau juga mengingatkan bahwa suksesnya PTMT adalah bergantung pada tingkat disiplin guru pada prokes, jangan main-main dengan prokes karena berakibat fatal. Perlu diingat lingkungan MAN 2 sangat spesifik berada di dalam pondok sehingga mereka sudah steril, maka bergantung kepada kedisiplinan guru dalam menjalankan protokol kesehatan. Sementara kepala madrasah Moh. Irham Zuhdi telah menyinggung pentingnya guru melaksanakan prokes. Dalam sambutannya kepala madrasah mengajak peran serta aktif guru dakam menyukseskan program unggukan madrasah yakni tahfizdul qur’an, baca kitab kuning, madrasah literasi dan riset serta plus ketrampilan. Suksesnya program unggulan ini tidak bisa dikerjakan berdasarkan kebijakan semata tetapi didukung SFM yabg siap termasuk pola kerja guru yang harus mengedepankan 4 kerja yaitu kerja keras, kerja cerdas, ikhlas,dan kerja tuntas. Menurutnya workshop program unggulan ini adalah bukti keterlibatan seluruh komponen madrasah yang secara aktif memberikan masukan kepada tim program unggulan yang akan meoresentasikan desain pembelajaran 4 progran unggulan madrasah. Masih menurut Irham bahwa program unggulan ini menjadi jawaban bagi terwujudnya madrasah yang berkualitas dan berdaya saing.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *